100 Tahun Setelah Aku Mati ( Bagian 45 Brandon : Anak yang Kerasukan )



Saya tertegun melihat anak itu, seorang anak yang memiliki “sesuatu” yang sangat besar didalam dirinya, sesuatu yang saya tidak tau apa itu. Beberapa asumsi dikepalaku mulai membuat beberapa pernyataan dan pertanyaan.
Saya dan dewi saling berpandangan beberapa lama, kami saling membuat kode lewat kebisuan kami..
“Brandon…. my name is Brandon”
Anak itu memperkenalkan diri kepada kami, sorot matanya kosong. Saya sulit membaca apa yang ada didalam diri anak ini, dia mempunyai “sesuatu” yang tinggal didalam dirinya,,
“and you??”
Anak bernama Brandon itu bertanya balik siapa kami… saya dan dewi belum menjawab, masing2 dari kami masih heran, atau lebih tepatnya gentar dengan anak kecilyang bahkan belum remaja itu. 
Udara disekitar anak itu dalam pengelihatanku seperti berwarna kehitaman dengan sedikit kabut tipis, hmmm..
“mark, and she is dewi” saya memperkenalkan diri, anak itu tersenyum tipis sambil mengangguk..
“nice to meet you mark, you special”
Entah apa yang ada dipikiran anak itu, dia hanya berkata seperti tadi sambil melangkah pergi, langkah yang cepat, bahkan terlalu cepat , tapi tidak bisa dikatakan berlari karena langkahnya yang santai, sampai tidak beberapa lama brandon sudah hilang ditengah kerumunan orang yang berjalan,

“ada sesuatu didalam tubuh brandon” dewi berbicara sambil berbisik kepadaku,



“kita bahas dirumah wi, ntar temen2 lain pada heboh kalo kita ngomong disini”
Kami tengah berbicara di dalam tram yang mengantarkan kami menuju rumah hunian kami, 
Butuh waktu sekitar 2 jam bagi kami untuk sampai kerumah, dan selama waktu itu saya hanya berpikir tentang seorang anak bernama brandon itu, apa maksudnya, dan ada apa denganya, saya sendiri baru melihat seseorang dengan aura begitu kuat

Sesampainya dirumah saya mengulangi melihat gambar demi gambar yang memuat sosok brandon,
Anak ini berpenampilan rapi, tubuhnya juga bersih, pasti dia masih bersama orangtuanya atau paling tidak ada orang yang merawatnya, dalam salah satu gambar anak bermata biru itu menghadap kamera, tanpa ekspresi wajahnya hanya datar saja, seolah dia tidak memikirkan apapun, tapi digambar lain mimiknya berubah, wajahnya menghadap kearahku, saya men zoom gambar 5 x , sampai terlihat dia menatapku dengan tajam..
Tunggu.. tunggu dulu … ada sesuatu disamping anak itu…
Ahhh terlalu kabur, resolusi kameraku tidak mampu menangkap dengan pasti gambar apa itu,
Saya yang merasa tidak puas segera menyambungkan kamera digital itu ke laptop untuk tampilan yang lebih besar.. berkali2 saya meneliti tiap gambar yang menampilkan sosok brandon, dan berkali2 pula saya terkejut karena setiap gambar yang memuat brandon selalu dibarengi dengan “makhluk lain” disampingnya, entah berapa kali saya men zoom in dan zoom out gambar2 itu untuk meyakinkan saya bahwa itu bukan efek cahaya atau benda lain, benar… itu memang sosok makhluk tak kasat mata… makhluk halus, mungkin terlalu “halus”sampai saya dan dewi yang harusnya bisa melihat sosok itu tidak merasakan kehadiranya didekat kami…
Saya meneguk kopi dimeja belajarku, sambil memainkan pointer yang mem preview gambar2 yang tadi sore kami ambil..sosok berambut panjang berantakan dengan tangan yang panjang, dia mengenakan semacam gaun berwana merah, tidak jelas sosok pada gambar itu karena keterbatasan kamera saya , tapi saya yakin makhluk itu yang membuat brandon menjadi seperti itu …

“zal…”
Seseorang memanggilku dibarengi dengan ketukan pintu,saya yakin itu adalah dewi.

“masuk aja wi, gak dikunci” seruku dari dalam kamar tanpa beranjak dari kursi tempat duduku.

“zal, aku masih penasaran deh, anak itu tadi lohh, itu gak biasa. Kita harus……… “

Kata2 dewi terhenti begitu saya menunjuk layar laptop, tanpa berkomentar dewi mendekatkan matanya ke layar, dan sama seperti saya tadi dia memainkan fungsi zoom in dan zoom out untuk meyakinkan dirinya,

“kamu ngrasain kehadiranya gak tadi?” tanyaku kepada dewi,
Dewi langsung menggelengkan kepalanya tanda dia juga tidak mengetahuinya.

“ini mungkin yang merasuki brandon zal” 

“tapi bagaimana bisa kita gak bisa liat dia wi?”

“mungkin dia jauh lebih tua dan kuat dari jin manapun yang pernah kita lihat zal, sampe bisa menyamarkan kehadiranya”
Saya berfikir, apakah iya? . kalau memang benar anak itu dalam bahaya, saya yakin sosok bergaun merah itu bukan makhluk yang bersahabat, aura yang buruk dan gelap…sangat tidak baik jika itu terlalu lama berada dalam diri brandon…

“jadi menurutmu dia kerasukan wi??”

“iya, menurutku hal yang paling mungkin sih itu zal”

Saya dan dewi kembali berpandangan, masing2 dari raut wajah kami menggambarkan kebingungan,
Kami memang sering melihat sosok jin di sini,tentu saja wujud mereka berbeda dengan di indonesia, jin2 itu merubah wujud mereka sesuai dengan daerah dimana mereka tinggal, tujuanya jelas untuk membuat sosok yang dapat menakuti orang disekitar mereka.

“apa kita harus mencari brandon zal?”

“well,, tapi apa kamu tau apa yang bisa kita lakuin kalo ketemu dia?”

Kami sama2 paham, tidak mudah mengusir sosok makhluk halus yang bersemayam dalam satu tubuh manusia, jin jahat kadang memanfaatkan manusia untuk berbuat buruk dan berbuat dosa, di seluruh dunia jin jahat akan melakukan itu, bahkan di indonesia, beberapa orang yang berilmu menyalahgunakan ilmunya untuk bersekutu dengan jin, mereka melakukan ritual2 yang cenderung menyembah selain Tuhan, mendewakan jin2 kotor itu untukmendapatkan keduniawian, jin yang baik biasanya akan menjauh dari manusia, seperti sari yang sebisa mungkin menjauhiku sekarang, sedangkan jin jahat akan mendekati manusia yang bersekutu denganya, mengiming-imingi mereka dengan harta dan lainya, berusaha menjerumuskan manusia yang lalai menuju kemusyrikan.
Jin menjebak manusia dengan mengatasnamakan kemuliaan, yang dibayar dengan syarat2 tertentu, kebanyakan manusia yang tergoda akan mengorbankan iman mereka dan akhirnya menjadi budak makhuk yang harusnya derajatnya lebih rendah dari kita,

Tapi yang unik dari brandon adalah dia masih anak2, sangat jarang ada jin yang merasuki anak2, karena anak2 pada umumnya memiliki hati yang masih bersih, belum ada celah untuk jin jahat masuk dan mengendalikan anak kecil. 

“wii??”saya memanggil dewi untuk menanti jawaban dewi.

“mungkin kita harus cari tau tentang Brandon dulu zal”

“setelah itu apa wi?”

“kamu lebih unggul dari aku zal dalam mengusir mereka”

Saya kembali mengalihkan pandanganku ke layar laptop, melihat tubuh kecil brandon harus membawa energi negatif sebesar itu, memang hal ini tidak bisa dibiarkan.
Sosok merah itu berada persis dibelakang brandon, sangat tipis dan mungkin orang biasa akan sulit melihatnya, brandon mengingatkanku pada diriku di masa kecil, beruntung saya tidak mengalami kejadian seperti brandon.

“oke wi, aku setuju “

“hmmm,.. tapi ada satu hal zal, dari mana kita mulai nyari brandonn?”

“aku gak tau wi, tapi aku rasa dia tertarik sama aku, jadi mungkin dia yang bakal nyari aku “

Malam itu saya mencukupkan diskusi saya dengan dewi, dan memilih istirahat, rasa lelah sudah membuat mata saya menuntut tidur lebih awal…
Brandon… pertemuan yang mungkin hanya semenit dengan anak itu membuat saya penasaran … 

******

Saya masih ingat itu adalah hari senin, dari pagi hari saya sudah berada di sekitaran collins street. Saya duduk disebuah kursi kayu panjang yang menjadi tempat dimana brandon mencegat saya tempo hari, sebuah taman kecil yang tak jauh dari tempat itu masih terlihat sepi, hanya ada beberpa orang yang berada disitu yang sedang menghirup udara pagi, saya sengaja tidak mengajak dewi, semalam saya melihat dewi terlihat pucat, saya tidak ingin dia sakit, jadi saya berangkat sebelum dewi keluar kamar.
Saya berjalan menuju taman itu,sambil sesekali mulut saya menyruput kopi yang saya beli di sebuah stand minuman, saya mencoba peruntungan hari itu,siapa tau bisabertemu brandon..
Saya mengeluarkan kamera sambil menjepret beberapa gambar lanscape di taman itu, sambil sesekali berjalan perlahan untuk mengusir rasa bosan.
1 jam… 2 jam… 3 jam….. sudah lewat tengah hari tapi anak yang saya cari tidak muncul, saya juga heran kenapa merasa yakin bahwa akan bertemu brandon disini..
Saya sedang duduk di rerumputan sambil membaca majalah, sampai tiba2 tangan saya merasa panas, cincin galih kelor pemberian kyai terasa panas ditanganku. Cincin yang dipercaya memiliki energi alami dalam mengusir makhluk tak kasat mata itu mulai memunculkan tanda bahwa ada yang datang. 
Saya menoleh kekiri dan kekanan mencari penampakan sosok yang membuat tanganku memanas,
Dan benar saja … sekitar 50 meter dari tempatku duduk saya melihat brandon.. lengkap dengan sosok merah dibelakangnya, saya tidak salah lihat itu adalah sosok berwarna merah yang terlihat marah… 


Sumber Kaskus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Terbaik
Platform Pengiriman Pesan Instan
Platform Sosial Media

Follow Me
Profil Fafa Media di Instagram
Profil Fafa Media di Instagram

Artikel Terbaru